Pengelolaan Air Asam Tambang : Prinsip-prinsip dan Penerapannya

Industri pertambangan seperti dua sisi mata uang. Satu sisi sebagai pemasok pendapatan negara, tapi di sisi yang lain kegiatan penambangan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu lingkungan serius yang dihadapi oleh industri pertambangan adalah pembentukan Air Asam Tambang (AAT). Ia terbentuk pada saat mineral-mineral sulfida, terutama pirit (FeS2), yang terkandung di dalam batuan penutup atau berasosiasi dengan bijih logam terdedah ke permukaan bumi dan bersentuhan dengan air dan oksigen ehingga mengalami oksidasi menghasilkan asam sulfat dan logam-logam larut, terutama besi tinggi. Karena tingkat kemasamannya yang tinggi, AAT mampu melarutkan logam-logam dan metaloid, termasuk logam berat yang ada di sekitarnya, sehingga AAT merupakan bahan pencemar bagi lingkumgan, terutama ekosistem akuatik, yang dapat mengakibatkan kematian ikan dan organisme akuatik lainnya, serta merusak bangunan sipil, seperti dam dan instalasi air, dan ekosistem daratan sehingga mengakibatkan tanah tercemar oleh AAT tidak kondusif untuk pertumbuhan vegetasi. Oleh karena itu, pengelolaan AAT harus menjadi perhatian yang serius oleh semua pemangku kepentingan sektor pertambangan, yaitu pengusaha bidang tambang, pemerintah, dan masyarakat.

Ali Munawar,  Guru Besar Ilmu Tanah di Universitas Bengkulu (UNIB), selain mengajar dan memimbing mahasiswa, ia aktif melakukan penelitian dengan tema utama di bidang rehabilitasi lahan pascatambang dan kesuburan tanah. Ia telah memenangi beberapa dana penelitian kompetitif nasional, seperti Hibah Bersaing (HB), Penelitian Fundamental (PF). Riset Unggulan Terpadu (RUT), Strategis Nasional (STRANAS), Hibah  Kompetensi (HIKOM), dan Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT).  Sebuah buku kecil yang membahas dampak lingkungan akibat penambangan secara umum, proses pembentukan dan dampak negatif AAT terhadap lingkungan, prinsip-prinsip pengelolaan AAT, dan beberapa contoh teknik pengelolaan AAT.   Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknik pengelolaan AAT sudah berlangsung cukup lama, terutama di negara-negara maju hingga saat ini masih banyak persoalan lingkungan akibat pembentukan AAT yang perlu mendapat penyelesaian.

Buku Pengelolaan Air Asam Tambang : Prinsip-prinsip dan Penerapannya dapat diunduh disini