Pertemuan Wilayah 1 ke-2 di Universitas Syiah Kuala

Pertemuan Wilayah  1 ke-2 di Universitas SyiahKuala yang bertema “Peran Mahasiswa Ilmu Tanah dalam Menunjang Kebijakan Land Reform Di Indonesia” merupakan salah satu kagiatan yang dimandatkan dari FORUM KOMUNIKASI HIMPUNAN MAHASISWA ILMU TANAH
INDONESIA (FOKUSHIMITI). FOKUSHIMITI sendiri didirikan melalui Deklarasi Kaliurang, Yogyakarta pada tanggal 12 November 1989 merupakan organisasi tertinggi dari HMJ/HMPS/HIMPRO/Konsentrasi mahasiswa Ilmu Tanah se-Indonesia, bersifat Independen dan berskala Nasional.

Kepengurusan dan Kelengkapan organisasi dari FOKUSHIMITI terdiri atas Badan Pengawas Organisasi (BPO), Badan Eksekutif Pusat (BEP) dan Badan Eksekutif Wilayah (BEW) . FOKUSHIMITI dipimpin oleh BEP yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal dan Badan Eksekutif Wilayah yang dipimpin oleh Koordinator Wilayah. BEW dibagi menjadi 4 wilayah diseluruh Indonesia. Universitas Bengkulu masuk kedalam bagian wilayah 1 bersama Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Malikussaleh, Universitas Teuku Umar dan Universitas Jambi.

Pada Acara PERWIL 1 KE-2 di Universitas Syiah Kuala yang berlangsung dari tanggal 8-14 Oktober 2019 kemarin selain kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah, Seminar Nasional dan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan terdapat beberapa cabang perlombaan yang dilaksanakan yakni, Soil Judging Contest, Cerdas Cermat, Karya Tulis Ilmiah dan Video Grafis.

Musyawarah kerja wilayah merupakan kegiatan yang membahas tentang arah organisasi kedepannya dimana dilakukannya evaluasi kepengurusan sebelumnya dan dipilihnya koordinator wilayah yang baru dimana di dalamnya juga mencakup visi dan misi.

Seminar Nasional dengan tema “ Membangun Kemitraan dalam Meningkatkan Produktivitas, Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Perkebunan Menyongsong Revolusi Industri 4.0” dengan pembicara Prof. Dr. Ir Mulyanto, M.Sc (Ketua Himpunan Ilmu Tanah Indonesia), Prof. Dr. Kukuh Murtilaksono, M.Sc (Ketua Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia), Ir. Mukti Sardjono, M.Sc (Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, M.A (Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala) dan Abdul Hanan, SP, MM (Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh).

Pengabdian masyarakat yang dilakukan di salah satu desa di Banda Aceh dimana dilakukannya kegiatan sosialisasi tentang pemanfaatan sekam padi dan kotoran sapi untuk pembuatan pupuk kompos dengan sistem lapis yang disambut antusias oleh masyarakat setempat dan penanaman 100 pohon jambu di desa tersebut.

Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang mengirimkan 6 orang delegasi dalam kegiatan PERWIL 1 KE-2 di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh berhasil meraih juara pada setiap cabang lomba yang diadakan seperti : Juara 1 pada lomba Soil Judging Contest. Juara 1 pada Lomba Video Grafis, Juara 2 pada lomba Cerdas Cermat, dan Juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Delegasi Ilmu Tanah FP UNIB berhasil membawa prestasi yang sangat baik yang mengharumkan nama Universitas. Hal ini dapat menjadi roda penggerak yang baik kedepannya untuk Ilmu Tanah FP UNIB dalam mempersiapkan dan mendukung setiap kegiatan Mahasiswa yang ada.